Rabu, 08 Juni 2011

Mengenal NLP


NEURO LINGUISTIC PROGRAMMING

INTRODUCTION

A. Setiawan,CM.NLP



Introduction

Pada suatu hari, seorang anak bertanya kepada ibunya yang telah mengambil Practitioner NLP.


“Ibu,Ibu, Ibu , NLP itu apa sih bu?” Tanya sang anak.


Sang Ibu yang saat itu sedang memasak kemudian mengecilkan api kompor. Perlahan ia menunduk untuk menyamakan posisi matanya dengan sang anak seraya berkata, “ Nanda, lihat kakek yang sedang duduk, kan? Coba Tanya ke kakek bagaimana keadaannya hari ini?”

Dan larilah sang anak menuju sang kakek lalu bertanya,” Kek, bagaimana kabar Kakek hari ini?”

“Eh, cucu. Kakek lagi lemes nih. Mungkin karena kakek sudah tua, pegal semua badan kakek”

Jawab sang kakek dengan lesu


Mendengar jawaban sang kakek, anak ini kembali ke ibunya dan menceritakan jawaban tersebut.

“Nah sekarang kamu kembali ke kakek dan tanyakan kepadanya kisah perang melawan belanda dulu”


Anak itu pun kembali menghampiri ke kakeknya untuk menanyakan kisah peperangan sang Kakek melawan Belanda. Sang kakek pun segera menggendong sang anak itu ke pangkuannya. Dengan heroic, sang kakek mulai bercerita. Punggung yang tadinya menyandar perlahan mulai tegak. Sang kakek bercerita sambil menggambarkan betapa hebatnya melawan penjajah melalui kedua tangannya.


Setelah selesai bercerita, anak kecil itupun menceritakan keadaan sang kakek beserta cerita peperangan kakek kepada ibunya.

Sambil tersenyum, sang ibu pun berkata,” Nanda, yang kamu lakukan tadi itulah NLP. ”


***


Sejarah NLP?

Neuro Linguistic Programming demikian nama panjang dari NLP.

Berawal dari curiousity Richard Bandler, mahasiswa University of Santa Cruz yang bersepakat dengan John Grinder, profesor bahasa, untuk mempelajari rahasia ekselensi para Therapist Luar Biasa pada saat itu yang terbukti mampu menyembuhkan klien yang tergolong “orang sulit” (atau bagi kebanyakan orang sudah layak disebut sebagai “mustahil”).

Dalam proses menguak rahasia, Bandler dan Grinder memulai dengan mempelajari Pola Linguistic mereka. Singkat cerita, Bandler dan Grinderpun mulai memodel "Linguistic" para Therapist tersebut, yaitu

  • Virginia Satir, yang mengembangkan Conjoint Family Therapy.
  • Fritz Perls, yang mendirikan aliran Gestalt Psychology.
  • Milton H. Erickson, yang mengembangkan Clinical Hypnotherapy.

Dari hasil penelitiannya, dBandler dan Grinder menemukan bahwa meskipun ketiga orang itu berbeda gaya dan kepribadian, ternyata mereka memiliki pola komunikasi yang sama. Pola inilah yang mendasari dan menjadi bahan baku NLP. Selanjutnya Bandler dan Grinder memperkaya NLP dengan menyerap masukan dari:

  • Alfred Korzybski, ahli lingustic, tentang mental map.
  • Noam Chomsky, ahli linguistic, tentang deep & surface structure.
  • Gregory Bateson, ahli antropologi, tentang logical level.

Pada generasi awalnya NLP pada era 70-an dipakai untuk keperluan therapist. HIngga akhirnya Anthony Robin menggebrak Dunia dengan kepiawaiannya memanfaatkan NLP dalam komunikasi dan coaching.Gebrakan yang luar biasa tersebut telah terbukti untuk Bill Clinton, Nelson Mandela, Lady Di dan beberapa tokoh lainnya. Pada akhir era abad 20 Aplikasi NLP semakin beragam mulai dari menghentikan kebiasaan buruk hingga menguasai gerakan senam, mulai dari rekrutmen pramugari sampai pelatihan sniper.


Mungkin anda mulai bertanya-tanya, apa hubungan Cerita diatas dengan NLP???

Dari kisah diatas kita memahami bahwa ternyata hanya dengan sedikit perubahan dalam Linguistic yang dilakukan oleh sang cucu ternyata mampu mem Program kembali fikiran (baca Neuro) sang Kakek dan mengubah FISIK sang kakek menjadi kembali EXCELLENT

Perubahan inilah yang diteliti oleh Bandler dan Grinder. Dan terkuak bahwa "rahasia" ekselensi Para Therapist yang mengubah klien yang tergolong sekalipun ternyata ada pada Pola Komunikasi (Linguistic) yang luar biasa. Sehingga dari Pola Linguistic inilah akhirnya, Bandler dan Grinder mampu memodel Para Therapist tersohor pada saat itu dengan hasil yang teruji dan dikembangkan sehingga menjadi ilmu baru bertema "Neuro-Linguistic Programming"


Apa yang membuat NLP itu Mudah dan Memudahkan Hidup?

Sepertinya anda bermain rubik 3x3. Ketika anda belum tahu polanya, mungkin anda akan kesulitan untuk membuatnya rapih dan utuh kembali.Namun ketika anda memahaminya, maka anda dengan mudahnya membuat kubik itu rapih dalam waktu yang singkat

Demikian juga dengan kehidupan. Anda akan dengan mudahnya menikmati kehidupan dan meraih KESUKSESAN ketika anda telah mengetahui polanya. Dan NLP tidak saja menguak POLA RAHASIA KESUKSESAN semata untuk anda. Bahkan juga di NLP anda diajarkan bagaimana membuat POLA sendiri dan memodel POLA orang lain agar bisa anda gunakan untuk ekselensi diri anda.

sumber tulisan :

1. PortalNLP.com

2. Modul Basic Pract NLP

*) A Setiawan atau yang lebih dikenal dengan panggilan iwan ketan, adalah salah seorang Master Practitioner NLP yang telah tercertified international oleh NFNLP Florida. Saat ini beliau aktif sebagai Public Speaker dan Trainer yang bergabung dalam lembaga training MDQuantum & SmileTrainer. Iwan Ketan dapat dihubungi melalui email di smiletrainer@gmail.com atau ym di : listant2000

Read More ..

Selasa, 16 Juni 2009

STATE: Relasi antara Body, Mind and Soul



State , bahasa mudahnya adalah Kondisi Manusia pada saat tertentu, merupakan sesuatu yang kita alami setiap hari, setiap jam bahkan setiap detik.

State adalah merupakan sesuatu hal yang sangat unik. Karena di dalam state terkandung State of Mind, State of Soul dan State of Body. Dimana ketiga hal tersebut antara Body, Mind and Soul , ternyata saling mempengaruhi satu sama lainnya. dalam membentuk state seseorang. State Body sering diwakili dengan perilaku fisiologis kita. State of Mind diwakili perilaku berfikir kita. Dan State of Soul diwakili oleh Perasaan kita[sedikit meluruskan, perasaan yang dimaksud disini adalah perasaan hati, bukan indera perasa/peraba yah]


Karena State itu adalah kondisi seseorang pada suatu saat tertentu, maka pastinya state akan berubah dari satu waktu ke waktu lainnya. Dan pergerakan Body Mind and Soul akan mengikuti sesuai pola yang terbentuk dari State tersebut. Misalnya seseorang yang sedang belajar tiba-tiba dia diganggu oleh kawannya, maka state Mind, orang tersebut akan berubah dari yang memikirkan pelajaran jadi ingin membalas perbuatan kawannya, dari segi Body fisiologisnya juga mulai menunjukkan raut muka yang sedang marah bahkan dia yang tadinya sedang duduk lantas berdiri, dan dari sisi SOUL, perasaan yang tadinya santai dan nyaman pun berubah menjadi merasa tidak nyaman, dan mulai marah/emosi. Hal ini terjadi karena ketika seseorang terganggu dan berubah menuju state marah misalnya, maka Body, Mind, dan Soul juga saling mendukung untuk mewujudkan ciri khas dari state marah tersebut.



Setiap state pasti memiliki sesuatu ciri khas yang unik misalnya seseorang yang berada dalam state SEDIH, biasanya Mind Orang tersebut sedang memikirkan hal-hal yang menyedihkan, dan dalam keadaan seperti ini biasanya mereka agak kesulitan untuk berfikir jernih. Dari sisi Body , biasanya fisiologis tubuh nya cenderung menunduk dan dari sisi Soul biaanya perasaan hati yang merasakan tidak nyaman/gelisah/ semakin merasakan hatinya seolah "sesak/sakit"


Demikian pula ketika seseorang yang sedang berbahagia, biasanya mereka yanng beradaa dalam STATE ini dari segi Body, Fisiologi kepalanya lebih tegak (pastinya fisiologi tubuhnya pasti berbeda dengan ketika mereka bersedih). Demikian juga dari segi Mind, biasanya mereka fikiran pun mengikuti kondisi yang mereka alami, dan dari segi Soul, perasaan mereka terasa lebih nyaman tentunya.


Karena setiap state memiliki ciri yang berbeeda maka perubahan state seseorang tentunya juga turut mengubah Body, Mind dan Soul seseorang itu pula. Seseorang yang sedang duduk kemudian mengubah STATE nya menjadi berdiri misalnya, maka juga akan mendorong perubahan State of Mind dan State of Soulnya pula.


Setelah kita mengetahui bahwa Body, Mind and Soul ini saling berkaitan, maka kabar baiknya adalah kita bisa memanipulasi State yang terjadi dalam kehidupan kita seperti kondisi Mind, Kondisi Body, atau Kondisi Soul.


Ketika seseorang sedih misalnya, maka supaya rasa sedihnya tidak terlalu dalam, maka seseorang bisa melakukan collapsing state / melawan rasa sedih dengan mengubah posisi tubuh atau merekayasa body seperti halnya orang yang sedang bahagia. Yaitu badan tegap, pandangan mata cenderung melihat tengah atau ke atas, maka perlahan rasa sedih akan ter-collapse sehingga rasa sedihnya berkurang. Mungkin kita masih ingat dengan adik kita atau bahkan anak kita yang jatuh ketika belajar berjalan, lalu supaya tidak nangis maka sang orang tua mengalihkan pandangan anak ke atas dengan mengatakan,”nak ada cicak tuh di atas.” Dan seketika maka nangis sang anak pun reda?


Kenapa bisa begitu? Karena melihat keatas adalah ciri khas dari State orang yang sedang bahagia dimana ketika melihat ke atas sebenarnya seseorang sedang mengakses daerah visual, yang dimana daerah visual adalah daerah membayangkan/imajinasi. Sehingga ketika seseorang yang sedih kemudian melihat keatas maka di dalam otak seseorang tersebut pun terjadi konflik/collapse karena berlawanan dengan fisiologis seseorang yang menangis yaitu melihat ke bawah. Hal ini pun mengakibatkan dorongan feel/perasaan untuk sedihnya pun tidak terangkat maksimal bahkan membuat fikiran yang tadinya mau menangis malahan jadi tidak menangis


Atau ketika kita diajak untuk mengingat kembali dengan masa-masa ketika lulus sekolah misalnya, maka tanpa harus disuruh biasanya tubuh kita mulai perlahan menjadi tegap dan muka lebih berseri-seri. seolah fisik kita mengikuti suasana pada waktu itu. Karena ketika Mind diajak untuk mengenak kembali masa tersebut maka State of Body pun juga ikut kembali kepada masa itu, demikian juga Jiwa/Perasaan kita menjadi tembali terasa bahagia dan senang.


Dengan memahami tulisan sederhana ini, mungkin kita mulai hari ini bisa memanfaatkan ilmu tentang State dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika kita sedang bersedih atau banyak masalah cobalah menetralisir rasa sedih tersebut dengan mengubah Fisiologis tubuh kita seperti seolah-olah kita sedang bahagia,yaitu dengan duduk/ berdiri tegap, mengatur aturan nafas serta pandangan mata yang cenderung melihat keatas maka silakan anda rasakan apakah rasa sedihnya masih terasa? Ataukah sudah berkurang?


Semoga memberikan nuansa tersendiri untuk anda

Salam



Read More ..

Senin, 08 Juni 2009

FILTER of MIND

NEURO LINGUIST PROGRAMMING

FILTER of MIND

A. Setiawan,CM.NLP

Dalam tulisan kali ini, saya akan berbagi tentang konsep fikiran manusia. Dimana sebagai mana pernah kita fahami bersama bahwasanya di dalam alam fikiran manusia ada fikiran sadar atau fikiran yang dapat kita kenali serta kita sadari dan fikiran tidak sadar atau fikiran yang tidak kita sadari.

Alam sadar (conscious) adalah tempat kita berusaha untuk berfikir. Sedangkan alam bawah sadar (unconscious) adalah tempat gudang memory /informasi kita simpan selama ini. Menurut penilitan yang pernah ada, unconscious memiliki persentase lebih banyak dibandingkan conscious. Diantaranya mengatakan perbandingan kapasitas conscious dengan unconscious sekitar 12% : 88%.

Lalu apa sih gunanya kita mengenal unconsnious dan conscious ini?

Setelah mengenal unconscious dan conscious mind, ternyata kita akan berhadapan kembali dengan pemisah antara keduanya yang bernama FILTER.

Filter berfungsi sebagai penyaring. Simpelnya begini, ketika kita mendengarkan informasi dari sesuatu kejadian atau dari seseorang, maka Filter akan menyaring informasi manakah yang dianggap penting oleh fikiran kita. Informasi yang dianggap penting inilah yang kemudian akan terekam dengan maksimal oleh unconscious kita. Dan filter akan berfungsi aktif menyaring informasi berdasarkan kebutuhan yang telah dimiliki baik di dalam conscious maupun unconscious kita.

Sebagai contoh kasus ketika seseorang melihat bunga mawar. Ketika seseorang melihat bunga mawar sekilas, maka kemudian orang tersebut meninggalkan bunga tersebut maka bayangan bunga mawar masih tersimpan di dalam fikirannya. Namun bayangan bunga mawar di dalam fikiran orang tersebut tidaklah selalu sama dengan bunga mawar sesunggunya. Karena filter orang tersebut aktif.


Ketika kita menanyakan kepada beberapa orang yang melihat bunga mawar yang sama tentang bayangan mereka terhadap bunga mawar tersebut maka sangat memungkinkan jawaban mereka akan berbeda. Beberapa orang mungkin menyimpan informasi bunga mawar yang berwarna merah. Atau ada seseorang yang memilih untuk menyimpan informasi bunga mawar dari segi bentuknya. Sehingga terdapat beberapa deletion/ penghapusan beberapa bagian (seperti durinya atau warnanya) dari realitas sesungguhnya bunga mawar karena telah terfilter oleh fikiran mereka. Dan sekali lagi filter tersebut menyaring informasi berdasarkan ketertarikan seseorang berdasar kebutuhannya.

Dalam kejadian ini, bunga mawar yang sesungguhnya biasa disebut Realitas External sedangkan bunga mawar yang ada di dalam fikiran orang yang melihatnya disebut Realitas Internal. Dan, ketika orang tersebut menginformasikan tentang bunga mawar kepada orang lain maka informasi yang keluar dari mulut orang tersebut menjadi Realitas Eksternal bagi orang lain yang mendengarnya. Realitas Internal seseorang sering juga disebut sebagai MAP dalam NLP.

Setelah memahami konsep ini, barulah kita menyadari kenapa yah kalau kita melakukan game pesan berantai seringkali antara informasi yang didapat penerima pesan pertama selalu berbeda dengan penerima pesan terakhir. Yah hal ini karena terjadi deletion oleh filter masing-masing personal pastinya. Kalau boleh di bikin bagan kurang lebih seperti ini :

Katakanlah game ini terdiri dari 5 orang (mudahnya kita sebut saja pemberi pesan P lalu para peserta A, B, C, D dan E) maka skema proses informasi berjalan sebagai berikut

  • Pemberi pesan mengirmkan ke A disini terjadi filterisasi sehingga RE - P menjadi RI- A
  • Kemudian A menyampaikan informasi ke B maka pada hal ini RI- A menjadi RE-A yang kemudian difilterisasi lagi oleh B menjadi RI – B
  • Dan proses ini berulang-ulang sampai ke E dimana informasi yang ditangkap E dari D merupakan informasi dari P yang telah mengalami filterisasi oleh A, B, C dan D. Sehingga wajar saja kalau apa yang diterima E bisa jadi berbeda dari apa maksud si P sebenarnya

Dari landasan berfikir inilah kemudian, kita mengenal salah satu Presuposisi NLP yang berbunyi Map is not Territory yang memiliki makna bahwasanya Map dari fikiran kita terhadap sesuatu hal bukanlah wujud asli dari sesuatu tersebut (Territory). Semoga dengan kita memahami ini, kita semakin mampu beradaptasi dengan orang lain. Karena kita semakin memahami orang lain yang memiliki perbedaan filter berfikir dengan kita.

*) A Setiawan atau yang lebih dikenal dengan panggilan iwan ketan, adalah salah seorang Master Practitioner NLP yang telah tercertified international oleh NFNLP Florida. Saat ini beliau aktif sebagai Public Speaker dan Trainer yang bergabung dalam lembaga training MDQuantum. Iwan Ketan dapat dihubungi melalui email di smiletrainer@gmail.com atau ym di : listant2000

Read More ..
 

Featured