Senin, 08 Juni 2009

FILTER of MIND

NEURO LINGUIST PROGRAMMING

FILTER of MIND

A. Setiawan,CM.NLP

Dalam tulisan kali ini, saya akan berbagi tentang konsep fikiran manusia. Dimana sebagai mana pernah kita fahami bersama bahwasanya di dalam alam fikiran manusia ada fikiran sadar atau fikiran yang dapat kita kenali serta kita sadari dan fikiran tidak sadar atau fikiran yang tidak kita sadari.

Alam sadar (conscious) adalah tempat kita berusaha untuk berfikir. Sedangkan alam bawah sadar (unconscious) adalah tempat gudang memory /informasi kita simpan selama ini. Menurut penilitan yang pernah ada, unconscious memiliki persentase lebih banyak dibandingkan conscious. Diantaranya mengatakan perbandingan kapasitas conscious dengan unconscious sekitar 12% : 88%.

Lalu apa sih gunanya kita mengenal unconsnious dan conscious ini?

Setelah mengenal unconscious dan conscious mind, ternyata kita akan berhadapan kembali dengan pemisah antara keduanya yang bernama FILTER.

Filter berfungsi sebagai penyaring. Simpelnya begini, ketika kita mendengarkan informasi dari sesuatu kejadian atau dari seseorang, maka Filter akan menyaring informasi manakah yang dianggap penting oleh fikiran kita. Informasi yang dianggap penting inilah yang kemudian akan terekam dengan maksimal oleh unconscious kita. Dan filter akan berfungsi aktif menyaring informasi berdasarkan kebutuhan yang telah dimiliki baik di dalam conscious maupun unconscious kita.

Sebagai contoh kasus ketika seseorang melihat bunga mawar. Ketika seseorang melihat bunga mawar sekilas, maka kemudian orang tersebut meninggalkan bunga tersebut maka bayangan bunga mawar masih tersimpan di dalam fikirannya. Namun bayangan bunga mawar di dalam fikiran orang tersebut tidaklah selalu sama dengan bunga mawar sesunggunya. Karena filter orang tersebut aktif.


Ketika kita menanyakan kepada beberapa orang yang melihat bunga mawar yang sama tentang bayangan mereka terhadap bunga mawar tersebut maka sangat memungkinkan jawaban mereka akan berbeda. Beberapa orang mungkin menyimpan informasi bunga mawar yang berwarna merah. Atau ada seseorang yang memilih untuk menyimpan informasi bunga mawar dari segi bentuknya. Sehingga terdapat beberapa deletion/ penghapusan beberapa bagian (seperti durinya atau warnanya) dari realitas sesungguhnya bunga mawar karena telah terfilter oleh fikiran mereka. Dan sekali lagi filter tersebut menyaring informasi berdasarkan ketertarikan seseorang berdasar kebutuhannya.

Dalam kejadian ini, bunga mawar yang sesungguhnya biasa disebut Realitas External sedangkan bunga mawar yang ada di dalam fikiran orang yang melihatnya disebut Realitas Internal. Dan, ketika orang tersebut menginformasikan tentang bunga mawar kepada orang lain maka informasi yang keluar dari mulut orang tersebut menjadi Realitas Eksternal bagi orang lain yang mendengarnya. Realitas Internal seseorang sering juga disebut sebagai MAP dalam NLP.

Setelah memahami konsep ini, barulah kita menyadari kenapa yah kalau kita melakukan game pesan berantai seringkali antara informasi yang didapat penerima pesan pertama selalu berbeda dengan penerima pesan terakhir. Yah hal ini karena terjadi deletion oleh filter masing-masing personal pastinya. Kalau boleh di bikin bagan kurang lebih seperti ini :

Katakanlah game ini terdiri dari 5 orang (mudahnya kita sebut saja pemberi pesan P lalu para peserta A, B, C, D dan E) maka skema proses informasi berjalan sebagai berikut

  • Pemberi pesan mengirmkan ke A disini terjadi filterisasi sehingga RE - P menjadi RI- A
  • Kemudian A menyampaikan informasi ke B maka pada hal ini RI- A menjadi RE-A yang kemudian difilterisasi lagi oleh B menjadi RI – B
  • Dan proses ini berulang-ulang sampai ke E dimana informasi yang ditangkap E dari D merupakan informasi dari P yang telah mengalami filterisasi oleh A, B, C dan D. Sehingga wajar saja kalau apa yang diterima E bisa jadi berbeda dari apa maksud si P sebenarnya

Dari landasan berfikir inilah kemudian, kita mengenal salah satu Presuposisi NLP yang berbunyi Map is not Territory yang memiliki makna bahwasanya Map dari fikiran kita terhadap sesuatu hal bukanlah wujud asli dari sesuatu tersebut (Territory). Semoga dengan kita memahami ini, kita semakin mampu beradaptasi dengan orang lain. Karena kita semakin memahami orang lain yang memiliki perbedaan filter berfikir dengan kita.

*) A Setiawan atau yang lebih dikenal dengan panggilan iwan ketan, adalah salah seorang Master Practitioner NLP yang telah tercertified international oleh NFNLP Florida. Saat ini beliau aktif sebagai Public Speaker dan Trainer yang bergabung dalam lembaga training MDQuantum. Iwan Ketan dapat dihubungi melalui email di smiletrainer@gmail.com atau ym di : listant2000

0 komentar:

Posting Komentar

 

Featured