Selasa, 16 Juni 2009

STATE: Relasi antara Body, Mind and Soul



State , bahasa mudahnya adalah Kondisi Manusia pada saat tertentu, merupakan sesuatu yang kita alami setiap hari, setiap jam bahkan setiap detik.

State adalah merupakan sesuatu hal yang sangat unik. Karena di dalam state terkandung State of Mind, State of Soul dan State of Body. Dimana ketiga hal tersebut antara Body, Mind and Soul , ternyata saling mempengaruhi satu sama lainnya. dalam membentuk state seseorang. State Body sering diwakili dengan perilaku fisiologis kita. State of Mind diwakili perilaku berfikir kita. Dan State of Soul diwakili oleh Perasaan kita[sedikit meluruskan, perasaan yang dimaksud disini adalah perasaan hati, bukan indera perasa/peraba yah]


Karena State itu adalah kondisi seseorang pada suatu saat tertentu, maka pastinya state akan berubah dari satu waktu ke waktu lainnya. Dan pergerakan Body Mind and Soul akan mengikuti sesuai pola yang terbentuk dari State tersebut. Misalnya seseorang yang sedang belajar tiba-tiba dia diganggu oleh kawannya, maka state Mind, orang tersebut akan berubah dari yang memikirkan pelajaran jadi ingin membalas perbuatan kawannya, dari segi Body fisiologisnya juga mulai menunjukkan raut muka yang sedang marah bahkan dia yang tadinya sedang duduk lantas berdiri, dan dari sisi SOUL, perasaan yang tadinya santai dan nyaman pun berubah menjadi merasa tidak nyaman, dan mulai marah/emosi. Hal ini terjadi karena ketika seseorang terganggu dan berubah menuju state marah misalnya, maka Body, Mind, dan Soul juga saling mendukung untuk mewujudkan ciri khas dari state marah tersebut.



Setiap state pasti memiliki sesuatu ciri khas yang unik misalnya seseorang yang berada dalam state SEDIH, biasanya Mind Orang tersebut sedang memikirkan hal-hal yang menyedihkan, dan dalam keadaan seperti ini biasanya mereka agak kesulitan untuk berfikir jernih. Dari sisi Body , biasanya fisiologis tubuh nya cenderung menunduk dan dari sisi Soul biaanya perasaan hati yang merasakan tidak nyaman/gelisah/ semakin merasakan hatinya seolah "sesak/sakit"


Demikian pula ketika seseorang yang sedang berbahagia, biasanya mereka yanng beradaa dalam STATE ini dari segi Body, Fisiologi kepalanya lebih tegak (pastinya fisiologi tubuhnya pasti berbeda dengan ketika mereka bersedih). Demikian juga dari segi Mind, biasanya mereka fikiran pun mengikuti kondisi yang mereka alami, dan dari segi Soul, perasaan mereka terasa lebih nyaman tentunya.


Karena setiap state memiliki ciri yang berbeeda maka perubahan state seseorang tentunya juga turut mengubah Body, Mind dan Soul seseorang itu pula. Seseorang yang sedang duduk kemudian mengubah STATE nya menjadi berdiri misalnya, maka juga akan mendorong perubahan State of Mind dan State of Soulnya pula.


Setelah kita mengetahui bahwa Body, Mind and Soul ini saling berkaitan, maka kabar baiknya adalah kita bisa memanipulasi State yang terjadi dalam kehidupan kita seperti kondisi Mind, Kondisi Body, atau Kondisi Soul.


Ketika seseorang sedih misalnya, maka supaya rasa sedihnya tidak terlalu dalam, maka seseorang bisa melakukan collapsing state / melawan rasa sedih dengan mengubah posisi tubuh atau merekayasa body seperti halnya orang yang sedang bahagia. Yaitu badan tegap, pandangan mata cenderung melihat tengah atau ke atas, maka perlahan rasa sedih akan ter-collapse sehingga rasa sedihnya berkurang. Mungkin kita masih ingat dengan adik kita atau bahkan anak kita yang jatuh ketika belajar berjalan, lalu supaya tidak nangis maka sang orang tua mengalihkan pandangan anak ke atas dengan mengatakan,”nak ada cicak tuh di atas.” Dan seketika maka nangis sang anak pun reda?


Kenapa bisa begitu? Karena melihat keatas adalah ciri khas dari State orang yang sedang bahagia dimana ketika melihat ke atas sebenarnya seseorang sedang mengakses daerah visual, yang dimana daerah visual adalah daerah membayangkan/imajinasi. Sehingga ketika seseorang yang sedih kemudian melihat keatas maka di dalam otak seseorang tersebut pun terjadi konflik/collapse karena berlawanan dengan fisiologis seseorang yang menangis yaitu melihat ke bawah. Hal ini pun mengakibatkan dorongan feel/perasaan untuk sedihnya pun tidak terangkat maksimal bahkan membuat fikiran yang tadinya mau menangis malahan jadi tidak menangis


Atau ketika kita diajak untuk mengingat kembali dengan masa-masa ketika lulus sekolah misalnya, maka tanpa harus disuruh biasanya tubuh kita mulai perlahan menjadi tegap dan muka lebih berseri-seri. seolah fisik kita mengikuti suasana pada waktu itu. Karena ketika Mind diajak untuk mengenak kembali masa tersebut maka State of Body pun juga ikut kembali kepada masa itu, demikian juga Jiwa/Perasaan kita menjadi tembali terasa bahagia dan senang.


Dengan memahami tulisan sederhana ini, mungkin kita mulai hari ini bisa memanfaatkan ilmu tentang State dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika kita sedang bersedih atau banyak masalah cobalah menetralisir rasa sedih tersebut dengan mengubah Fisiologis tubuh kita seperti seolah-olah kita sedang bahagia,yaitu dengan duduk/ berdiri tegap, mengatur aturan nafas serta pandangan mata yang cenderung melihat keatas maka silakan anda rasakan apakah rasa sedihnya masih terasa? Ataukah sudah berkurang?


Semoga memberikan nuansa tersendiri untuk anda

Salam



0 komentar:

Posting Komentar

 

Featured